Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Kamu Berusaha Produktif

Sebelum memulai hidup produktif, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan agar usahamu menjadi produktif bisa berjalan lancar dan konsisten.

Banyak orang yang berusaha keras untuk produktif setiap hari namun selalu gagal dalam beberapa hari, hal itu terjadi karena mereka tidak tau makna produktifit dan belum bisa memaknai produktifitas itu sendiri dalam pandangan mereka.

Dua fakta yang saya sadari ketika memulai hidup produktif

  • Produktifitas merupakan kegiatan untuk tujuan jangka panjang

Kebiasaan hidup produktif adalah sebuah mimpi yang harus saya capai dan saya pertahankan setiap hari.

Rasanya percuma jika saya hanya bisa melakukan sesuatu yang menurut saya produktif tapi hanya satu atau dua hari saja, setelah itu kembali lagi menjadi seorang pemalas.

Saya harus bisa menanamkan pada diri saya dan di otak saya bahwa kegiatan produktif harus menjadi salah satu hal yang jadi bagian dari aktifitas harian saya, sampai saya bisa menyelasaikan banyak hal tanpa harus berfikir lagi kegitan produktif apa yang harus saya lakukan hari ini.

  • Orang sibuk belum tentu produktif

Saat saya mulai berusaha hidup produktif, saya berusaha untuk tidak membiarkan ada waktu kosong yang saya gunakan untuk bermalas-malasan.

Namun ternyata yang saya lakukan itu hanya berusaha menyibukkan diri saja tanpa tau tujuan dari setiap kegiatan itu, saya menyadari itu bukanlah produktifitas.

Agar bisa hidup produktif, kamu harus paham tentang apa itu produktifitas, apa tujuan kamu ingin hidup produktif, dan produktifitas seperti apa yang kamu inginkan.

Berikut saya akan membahas beberapa hal diatas secara lebih detail.

. . . . .

#1. Pahami makna produktif

Pengertian produktif sendiri adalah sebuah bentuk dari sikap yang dimana ingin akan selalu untuk dapat terus berkarya, menciptakan sesuatu yang akan memiliki nilai manfaat baik terhadap dirinya sendiri serta dari orang lain.

Saya pribadi memahami produktifitas sebagai sebuah kegiatan yang kita lakukan yang memberikan manfaat bagi diri kita ataupun bagi orang lain.

Salah satu contoh sederhananya adalah artikel yang sedang kamu baca saat ini, ini merupakan salah satu pentuk dari produktifitas yang saya lakukan dengan membuat artikel yang bermanfaat bagi saya karena melatih kemampuan saya untuk menulis, dan juga bermanfaat untuk orang lain berupa informasi yang saya tulis disini.

#2. Tentukan tujuan yang jelas

Memiliki tujuan yang jelas akan memberikan kamu gambaran yang jelas juga tentang apa yang harus kamu lakukan dan apa manfaat yang bisa kamu dapatkan.

Salah satu kunci agar kamu bisa konsisten untuk produktif adalah dengan mengetahui apa tujuanmu, kira-kira apa alasan kuat yang bisa membuatmu tetap menjalankan satu atau beberapa kegiatan setiap hari secara terus menerus.

Tujuan itu bisa lebih dari satu.

Contohnya :

“Saya ingin produktif menulis agar bisa menjadi blogger profesional”

“Saya ingin produktif olahraga agar bada lebih sehat”

Buat tujuan itu cukup jelas dan spesifik, bukan tujuan umum yang hanya sekedar “saya ingin produktif agar bisa lebih baik”. tujuan itu terlalu luas dan susah ditafsirkan.

Tujuan diatas bisa berupa mimpi” yang ingin kamu capai, atau keinginanmu untuk menjadi sesuatu, dari tujuan itulah yang nantinya kamu jabarkan menjadi aktifitas-aktifitas yang membawamu mengarah ke pencapaian tujuan tersebut.

#3. Tulis hal-hal produktif yang membantumu mencapai tujuan.

Pada tahap ini yang harus kamu lakukan adalah menulis apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan yang sudah kamu tentukan.

Semakin banyak tujuan maka semakin banyak yang harus kamu lakukan dan kamu tidak akan ada waktu lagi untuk bermalas-malasan.

Tujuan dari menulis hal-hal yang bisa kamu lakukan adalah agar kamu punya rencana yang cukup jelas untuk menjadi seseorang yang produktif.

Ini bisa berupa daftar ceklist yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu, ketika kamu merasa sudah mencapai satu hal yang kamu tulis, kamu bisa memberikan tanda pada list tersebut misalnya berupa tanda centang.

Contohnya untuk tujuan menjadi seorang fotografer profesional kamu harus belajar tentang :

  • Bagaimana cara mendapatkan pencahayaan yang baik
  • Bagaimana cara menentukan angle yang cocok
  • Bagaimana cara mengatur komposisi gambar
  • Bagaimana cara mengedit foto
  • Bagaimana cara mencari klien
  • dan masih banyak lagi.

Jika keinginanmu sangat kuat, dan juga minatmu ada disitu, harusnya kamu bisa melakukan itu tanpa merasa terpaksa.

#4. Maknai rencana produktifitasmu

Perasaan bosan, lelah, malas pasti akan datang.

Itu harus kamu pahami sejak awal sebelum memulai produktifitas setiap hari.

Bayangkan saja kamu harus melakukan hal yang sama dalam jangka waktu yang lama terus menerus, meskipun kamu sangat menyukai hal itu, kebosanan, lelah, malas pasti akan kamu alami.

Hal tersebut bergantung pada bagaimana cara kamu memaknai kegiatan yang kamu lakukan dan seberapa kuat alasanmu untuk melakukan hal itu.

Beberapa waktu lalu saya melihat postingan cuitan di akun twitter @Nicolascole77, salah satu penulis online sukses dan juga seorang entrepeneur.

“You become a writer the moment you stop trying to become a writer and just write”

@Nicolascole77

Saya memaknai produktifitas seperti apa yang dia tulis diatas, saya menjadi seorang yang produktif ketika tidak lagi berusaha menjadi seorang yang produktif dan hanya melakukan apa saja yang bisa membawa saya menuju tujuan yang sudah saya tentukan.

#5. Mulai kurangi kebiasaan buruk

Memulai kebiasaan baik dimulai dengan mengetahui apa saja kebiasaan buruk yang sering dilakukan dan mulai berusaha mengurangi kebiasaan tersebut.

Menjadi produktif bukan hanya sekedar memaksa diri kita untuk sibuk melakukan hal-hal yang menurut kita baik.

Kamu harus paham bahwa ada sisi buruk yang harus kamu kurangi sedikit demi sedikit hingga menggantikan kebiasaan-kebiasaan buruk itu dengan kebiasaan yang lebih baik.

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas 6 Kebiasaan Buruk yang Harus Kamu Tinggalkan untuk Memulai Produktifitas – Berdasarkan Pengalaman.

Seperti yang kamu tau, meskipun kamu sudah berusaha memaksa untuk produktif setiap hari, jika kamu belum mengurangi kebiasaan bukuruk yang sering kamu lakukan, itu akan menjadi penghambat kemajuanmu.

. . . . .

Kesimpulan

Semua orang ingin menjadi produktif.

Namun, tidak sedikit yang akhirnya menyerah karena tidak punya tujuan dan juga tidak paham definisi produktifitas itu sendiri.

Seperti orang yang ingin bepergian tapi tidak tau tempat mana yang ingin dia tuju, yang terjadi adalah dia hanya berputar-putar dan kemungkinan akan kembali ke tempat awal dia pergi.

Agar lebih mudah untuk mengetahui apa saja yang harus kamu lakukan, jangan ragu untuk menulisnya, anggap saja itu sebagai panduan produktifitasmu.

Cobalah memaknai produktifitas itu dalam dirimu, sehingga ketika kamu merasa lelah untuk melakukan kegiatan tersebut, kamu cukup beristirahat sejenan dan kembali memulainya, bukan menghentikannya dan kembali ke kebiasaan lamammu yang menyebalkan.

Lakukan saja apa yang kamu yakini bisa membawa kamu menuju tujuan-tujuanmu.

Semoga apa yang saya tulis disini bisa membantumu menjadi seseorang yang lebih produktif.

Jangan ragu untuk menulis tanggapanmu di kolom komentar tentang apapun yang kamu dapat dari artikel ini

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like