Cara Saya Mengelola Keuangan Pribadi Sebagai Seorang Karyawan

Cara mengelola keuangan pribadi menjadi salah satu kemampuan yang kamu butuhkan saat ini.

Kamu sering merasa uangmu tiba-tiba habis tapi tidak tau buat apa saja?
Baru pertengahan bulan tapi ternyata uangmu sudah habis tidak tersisa?

Padahal kalau kamu hitung-hitung sebenarnya uangmu cukup untuk memenuhi kebutuhanmu dalam waktu satu bulan.

Mungkin penyebabnya adalah kamu belum bisa mengelola dengan baik.

Saya pribadi juga pernah mengalami hal tersebut, setiap bulan setelah menerima gaji saya hanya menggunakan sesuai kebutuhan dan kemauan saya tanpa memperhitungkan secara detail.

Namun, setelah saya belajar mengelola keuangan pribadi saya, saya merasa jauh lebih bisa mengontrol pengeluaran sesuai dengan pos-pos kebutuhan saya.

Pentingnya belajar mengelola keuangan

Kamu tidak harus menunggu memiliki penghasilan yang besar untuk mulai belajar mengelola keuangan, justru itu harus dimulai dari sekarang meskipun kamu seorang karyawan.

Logikanya, jika mengelola uang yang sedikit saja belum bisa, bagaimana jika harus mengelola uang dalam jumlah besar.

Tanpa tahu cara mengelola keuangan yang baik, sebesar apapun uang yang masuk ke kantongmu, saya yakin pengeluaranmu bisa lebih dari besar dari itu.

Bagi saya, memahami cara mengelola keuangan yang baik bisa membantu saya memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Setidaknya saya jadi bisa mengalokasikan uang tersebut ke hal-hal penting sesuai kebutuhan saya.

Baca juga : 35 Kata-kata Ayah Kaya di buku Rich Dad Poor Dad yang sangat bermakna – Bab satu

. . . . .

Cara saya mengelola keuangan

Saat ini saya bekerja di salah satu start up bidang pendidikan di kota semarang.

Bersyukur sekali setelah lulus kuliah saya mendapat tawaran untuk bergabung di tempat tersebut. karena kebetulan CEO-nya adalah dosen saya senidiri.

Jadi, saya tidak perlu susah-susah kesana kemari untuk melamar pekerjaan dengan status sebagai fresh graduate.

saya mungkin sudah beberapa kali meneritakan terkait pekerjaan saya, semoga kamu tidak bosan membacanya.

karena tuntutan pekerjaan, saya juga harus kembali menetap di semarang.

Saat saya mulai mendapatkan penghasilan dari pekerjaan saya tersebut, saya mulai belajar untuk mengelola keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan, syukur-syukur ada lebihnya.

Saya menerapkan 3 prinsip dasar berikut untuk mengelola keuangan:

1. Membagi keuangan menjadi 4 bagian (40/30/20/10)

Anggap saja gaji saya saat ini adalah UMK (upah minimum kabupaten kota) kota semarang tahun 2021 yaitu sebesar Rp.2.810.025.

Nominal Itu hanya ilustrasi saja, karena menurut saya jumlah penghasilan bukanlah sesuatu yang perlu diperlihatkan ke publik.

Namun, yang saya tekankan disini adalah bagaimana cara saya mengelola keuangan agar berapapun gaji yang saya terima bisa teralokasikan dengan baik.

Saat saya menerima gaji setiap bulan, saya membaginya menjadi 4 bagian, pembagian ini saya lakukan berdasarkan prioritas.

Pertama, sebesar 40% untuk kebutuhan pokok

Sebelum memikirkan untuk mengalokasikan ke hal-hal lain, pertama kali yang harus saya amankan adalah alokasi uang untuk kebutuhan pokok saya selama satu bulan kedepan.

Kebutuhan pokok ini seperti makan, minum dan juga untuk jajan.

Saya biasanya memperkirakan berapa dana yang saya butuhkan per hari untuk memenuhi kebutuhan ini.

Kedua, sebesar 30% untuk investasi

Saya mengalokasikan sebagian untuk membeli saham, buku, dan juga mengikuti kursus untuk meningkatkan skill atau mempelajari skill baru.

Saya memiliki portfolio saham beberapa perusahaan hasil dari alokasi dana ini, saya merencanakan saham ini untuk jangka panjang, jadi saya tidak terlalu khawatir ketika saat ini kondisi pasar naik turun.

Selain itu, saya juga masih terus mempelajari banyak hal yang ingin saya kuasai.

Saya mengalokasikan sebagian dana di pos ini untuk membeli buku atau mengikuti kursus berbayar, menurut saya inilah investasi yang paling menguntungkan untuk jangka panjang.

Ketiga, sebesar 20% untuk kemauan

Alokasi dana ini tidak selalu saya gunakan, apalagi saat pandemi seperti sekarang ini.

Saya biasa menggunakan dana ini untuk membeli barang-barang yang saya inginkan atau untuk menonton film dan juga untuk berolahraga di pusat kebugaran.

Saya sangat jarang membeli pakaian, saya membeli pakaian ketika memang pakaian saya banyak yang sudah rusak atau tidak layak pakai lagi, atau ketika sedang benar-benar membutuhkan pakaian khusus untuk acara khusus.

Ketika tidak digunakan, atau masih lebih, dana ini biasanya saya pindahkan ke investasi atau ke dana cadangan.

Keempat, sebesar 10% untuk transportasi dan kuota internet

Kebutuhan untuk transportasi dan kuota internet ini setiap bulan berbeda-beda tergantung kebutuhan.

Saya orang yang cukup jarang pergi-pergi kecuali untuk cari makan, pergi jauh sesekali ketika ada acara saja atau ketika harus pulang kampung.

Saya juga membutuhkan kuota internet ketika sedang diluar kantor, karena ketika di kantor smartphone saya tersambung dengan wifi.

Selain untuk dua kebutuhan itu, saya juga menggunakan dana ini ketika misalnya ada kebutuhan-kebutuhan mendadak.

Contohnya seperti harus servis motor, atau ketika tiba-tiba ada undangan untuk kondangan.

Intinya dana ini digunakan juga untuk hal-hal yang sifatnya mendadak atau belum direncanakan sebelumnya.

Baca juga : 7 Kebiasaan Orang Sukses yang Harus Kamu Tiru

2. Mencatat uang masuk dan uang keluar

Setelah membaginya di setiap pos-pos keuangan diatas, yang saya lakukan berikutnya adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang saya lakukan.

Setiap selesai mengeluarkan uang dari pos keuangan tertentu, saya mencatatnya untuk mengetahui jumlahnya masih aman untuk digunakan.

Tidak hanya uang keluar, setiap ada tambahan uang salah satu contohnya dari pekerjaan sampingan saya, saya juga mencatat dan membaginya ke pos keuangan yang penting.

Ketika saya mendapat penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan, biasanya saya masukkan ke alokasi dana investasi dan sebagian lagi ke alokasi dana kemauan.

Dengan mencatat keluar masuknya uang, saya jadi mengetahui berapa saja dana yang masih bisa saya gunakan baik untuk kebutuhan pokok, investasi, kemauan dan juga dana cadangannya.

3. Melakukan evaluasi keuangan

Agar saya bisa mengetahui apakah setiap anggaran yang saya bagi itu sudah sesuai atau tidak, saya harus melakukan evaluasi keuangan.

Ingat ya, meskipun keuangan sudah dicatat dan dibagi-bagi, tidak jarang juga pengeluaran lebih banyak dari yang ada di anggaran.

Maka dari itu penting untuk melakukan evaluasi agar bisa mengetahui apa saja penyebabnya, dan apakah setiap anggaran tersebut masih memungkinkan untuk diubah-ubah atau tidak.

Misalnya, ternyata bulan ini pengeluaran kebutuhan pokok saya lebih dari anggaran dan penyebabnya adalah beberapa kali makan di mall.

Saya harus melihat lagi apakah masih memungkinkan untuk menyisihkan sebagian dana dari pos lain untuk menutupi kekurangan pos kebutuhan pokok.

Konsekuansinya saya mengurangi dana dari pos kemauan atau dari dana transportasi & internet.

. . . . .

Aplikasi yang saya gunakan untuk mengelola keuangan

Selama ini saya memanfaatkan beberapa aplikasi baik itu di laptop atau di smartphone untuk mengelola keuangan pribadi.

Aplikasi-aplikasi tersebut membantu saya untuk mengalokasikan dana dan juga mencatat keluar masuknya uang.

1. Anggaran cepat (mobile)

Aplikasi bernama anggaran cepat ini menjadi aplikasi yang cocok jika ingin membuat anggaran keuangan.

saya sudah mencoba berbagai aplikasi namun sebagian besar hanya bisa digunakan untuk mencatat pengeluaran saja, banyak yang belum menyediakan menu untuk mengatur anggaran.

yang saya suka dari aplikasi ini adalah saya bisa mencatat pengeluaran dari masing-masing pos anggaran yang saya buat.

Disitu juga ditampilkan berapa persen dan juga berapa banyak uang yang sudah saya gunakan dan juga sisanya.

2. Notion (Desktop & mobile)

Baru-baru ini saya mencoba tools baru untuk mengelola keuangan saya yaitu apilkasi bernama notion.

Sebenarnya saya sudah lama menginstall aplikasi ini di laptop namun belum saya manfaatkan secara maksimal.

Bulan lalu saya mencoba untuk belajar bagaimana cara menggunakannya, aplikasi notion ini tersedia di desktop dan juga di perangkat mobile.

Aplikasi ini selain saya gunakan untuk mengelola keuangan juga saya gunakan untuk mengelola pekerjaan dan catatan-catatan penting.

Saat ini saya masih menggunakan notion di laptop, namun jika kamu lebih nyaman menggunakan perangkat mobile, kamu bisa menggunakannya di perangkat mobile.

. . . . .

Kesimpulan

Belajar mengelola keuangan yang baik penting buat kamu yang ingin memiliki keuangan yang sehat.

Kamu harus bisa membaginya sesuai dengan kebutuhanmu setiap bulannya agar bisa terkontrol dengan baik.

Jangan lupa juga untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukanmu, karena itu akan sangat membantumu mengetahui berapa banyak uang yang sudah kamu pakai dan berapa sisa uang yang masih bisa kamu gunakan.

Manfaatkan aplikasi yang menurutmu mudah digunakan untuk membantumu mengelola keuangan.

Cara yang saya lakukan diatas bisa menjadi referensi buat kamu untuk mengelola keungan pribadi, sesuaikan saja dengan kondisi keuanganmu saat ini.

Semoga membantu.

16 Shares
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like