7 Alasan Kenapa Kamu Sulit Berkembang

Kamu mungkin sudah melakukan banyak hal untuk mengembangkan diri, namun rasanya belum menunjukkan progres yang nyata.

Sebenarnya ada dua faktor pendukung sekaligus penghambat yang bisa membantumu berkembang lebih maksimal.

  1. Faktor dari dalam diri kamu, hal-hal yang mempengaruhi kamu untuk berkembang dari dalam diri kamu sendiri.
  2. Faktor diluar diri kamu, pengaruh dari luar diri yang juga mempengaruhi seberapa cepat kamu berkembang.

Faktor dari dalam diri kamu menjadi penentu yang paling dominan seberapa cepat kamu bisa berkembang, misalnya ketika mempelajari sesuatu atau menyelesaikan sesuatu.

Ketahui apa saja alasan yang membuat kamu merasa stagnan disitu-situ saja dan juga susah untuk berkembang.

Berikut adalah 7 alasan kenapa kamu belum berkembang secara maksimal.

. . . . .

#1. Keinginan sukses cepat/instan

Saya percaya bahwa setiap kesuksesan dicapai melalui proses yang panjang dan berat.

Banyak orang yang saat ini sudah sukses di bidangnya masing-masing pasti melalui kegagalan demi kegagalan, namun kegigihan dan ketekunan mereka untuk kembali bangun dan belajar dari kegagalan itulah yang membuat mereka sesukses sekarang.

Saya yakin kamu juga sudah pernah mendengar cerita Jack Ma pendiri alibaba yang pernah ditolak puluhan kali saat melamar pekerjaan, sampai akhirnya kini bisa menjadi bos salah satu raksasa marketplace dunia, dan masih banyak cerita orang sukses lain yang dimulai dari kegagalan-kegagalan.

Rasanya mustahil jika kamu sekarang baru memulai sesuatu dan ingin merasakan kesuksesan dalam waktu cepat dan instan.

“Petualangan terbesar yang dapat Anda lakukan adalah menjalani kehidupan impian Anda.”

Oprah Winfrey

Perasaan ingin cepat sukses membuatmu justru sulit berkembang karena merasa dikejar bayang-bayang sukses dalam waktu dekat sehingga kamu tidak bisa fokus pada apa yang sedang kamu lakukan untuk mengembangkan dirimu.

#2. Terlalu banyak mengeluh

Kamu akan sulit berkembang jika terlalu banyak mengeluh, misalnya saja kamu mengeluh saat menemui kesulitan atau ketika menghadapi masalah.

Percayalah bahwa mengeluh tidak bisa menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah.

Lakukan beberapa hal berikut ini jika kamu menemukan masalah :

  • Sadari bahwa masalah adalah hal yang wajar terjadi
  • Jangan buru buru memberi respon
  • ketahui apa penyebab masalah tersebut
  • Fikirkan solusi apa yang bisa kamu lakukan untuk memecahkan masalah tersebut

Daripada kamu membuang-buang waktumu untuk mengeluh dan menyalahkan keadaan, lebih baik kamu manfaatkan energimu untuk menemukan solusinya.

Kamu akan terus berkembang jika bisa menyelesaikan kesulitan yang kamu hadapi dan juga masalah-masalah yang kamu temui.

Justru, itulah proses yang harus kamu hadapi dan bisa membawamu menjadi pribadi yang lebih baik.

#3. Belum punya tujuan yang jelas

Setiap yang kamu lakukan harus punya tujuan, dan tujuannya harus jelas, inilah yang selalu saya tekankan.

Jika tujuanmu saat ini hanya ingin untuk berkembang menjadi lebih baik, itu bukan tujuan yang jelas, kenapa kamu ingin berkembang? atau dalam hal apa kamu ingin berkembang?

Misalnya, saya ingin menjadi seorang blogger sukses di usia 24 tahun.

Buat tujuan itu lebih jelas dan spesifik agar kamu mudah membuat gambaran rencana apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapainya dalam periode waktu tertentu.

Dengan begitu kamu bisa memantau sejauh mana perkembanganmu dan apa saja yang sudah kamu pelajari serta kamu kuasai untuk mencapai tujuan tersebut.

#4. Hanya mempelajari tapi tidak mempraktikkan

Masalah yang banyak orang alami adalah sangat bersemangat ketika belajar namun enggan mempraktikkannya.

Saya yakin kamu pasti sudah banyak belajar dari youtube, membaca buku, membaca artikel dan mengikuti kursus-kursus berbayar.

Namun, yang kamu lakukan tidak hanya cukup dengan banyak belajar tapi juga banyak untuk mempraktikkan.

Cobalah untuk melakukan secara konsisten apa saja yang sudah kamu pelajari hingga kamu bisa menguji sendiri apakah yang kamu pelajari itu hasilnya akan sama atau tidak ketika kamu yang melakukannya.

Kuncinya adalah melakukan, bukan hanya menonton atau membaca.

“Cara untuk memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.”

Walt Disney

Percuma jika kamu hanya pintar dalam pengetahuan tapi lemah dalam praktik, kalaupun kamu bermaksud untuk mengajarkan apa yang kamu ketahui, kemungkinan orang lain yang kamu ajarkan akan sulit percaya karena kamu sendiri belum pernah mempraktikkannya dan belum pernah meraasakan hasilnya.

#5. Tidak mengetahui potensi yang harus dikembangkan

Sebelum bisa menentukan tujuan yang jelas, yang harus kamu lakukan adalah mengetahui potensi terbesar yang ada dalam diri kamu.

Selama ini kamu merasa belum cukup berkembang karena melakukan sesuatu yang ternyata bukan potensi terbesarmu.

Potensi itu bisa dalam bentuk soft skill maupun hard skill.

Agar bisa mengetahui dan mengembangkan potensimu, mungkin kamu bisa sedikit mundur ke belakang untuk mengingat kembali pencapaian apa yang sebelumnya sudah pernah kamu raih, atau kegiatan apa yang ketika kamu melakukannya kamu merasa senang.

Teruslah berusaha untuk menemukan potensi terbesar dalam dirimu.

#6. Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain

Diluaran sana jelas sudah sangat banyak orang yang lebih sukses daripada kamu.

Tapi bukan berarti kamu harus membandingkan apa yang sudah kamu capai dengan apa yang sudah dicapai orang lain karena setiap orang punya waktunya masing-masing.

Tergantung sekeras dan secerdas apa usaha yang dia lakukan.

Membandingkan diri dengan orang lain justru bisa melemahkan semangatmu untuk menjadi apa yang kamu inginkan, karena bisa jadi kamu justru akan merasa belum seberuntung mereka.

Cobalah belajar untuk tidak lagi membandingkan pencapaian diri kamu dengan orang lain.

Sebelumnya saya sudah menulis apa saja yang bisa kamu lakukan agar tidak lagi membandingkan diri kamu dengan orang lain, kamu bisa membacanya disini.

#7. Lingkungan yang tidak mendukung

Beberapa faktor sebelumnya adalah faktor dari dalam diri kamu sendiri, faktor selanjutnya yang bisa menghambat perkembangan kamu adalah lingkungan.

Lingkungan tersebut bisa bermancam-macam seperti :

  • Lingkungan keluarga
  • Lingkungan kerja
  • Lingkungan pertemanan
  • Bahkan lingkungan tempat tinggal

Sebagai contoh, saya sendiri merasa bahwa lingkungan kerja saya mendukung, lingkungan keluarga saya juga sangat mendukung apapun keputusan yang saya ambil, namun saya merasa lingkungan pertemanan menjadi penghambat bagi saya untuk mengembangkan diri.

Kamu harus bisa menganalisa lingkungan mana yang mendukung perkembanganmu dan mana yang menghambatmu.

Jika kamu sudah menemukannya, sebisa mungkin kamu harus berusaha memberbaiki kondisi tersebut.

. . . . .

Penutup

Penting untuk berusaha terus berkembang dan menemukan jati diri kita masing-masing.

Namun jangan lupa untuk sekedar melakukan evaluasi diri tentang apa yang sudah kita lakukan selama ini.

Apakah yang kita lakukan sudah menuju mimpi kita?
Apakah yang kita lakukan sudah sesuai rencana?
Atau justru apa yang kita lakukan selama ini belum terlihat perkembangannya karena satu dan lain hal?

Masing-masing dari kita punya potensi, punya tujuan dan punya waktu tersendiri untuk mendapatkan kesuksesan, asalahkan kita tetap tekun dan konsisten untuk berusaha.

Semoga bermanfaat.

Jangan ragu untuk menuliskan pendapatmu di kolom komentar ya..

23 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like